RSS

Senin, 10 Mei 2010

Perjalanan Dakwah di Kampus Putih

Perjalanan Dakwah di Kampus Putih
Sebenarnya Surat ini sudah ana tujukan ke teman-teman pengurus akhwat EAMY, moga antum yang sudah dapat surat dari ana ga bosan baca ini lagi, tapi tenang aja ga semuanya ana masukkan. Coz ana bingung dapat amanah dari teman-teman panitia MUBES untuk menulis pesan dan kesan di EAMY. Jika dilist sebenarnya terlalu banyak karna kalian telah mewarnai dakwah ini menjadi lebih indah.
Ukhuwah itu... Bagaimana kita memberi, bukan apa yang dapat kita terima. Bagaimana kita memahami bukan minta untuk dipahami. Bagaimana kita mencintai dan mengasihi, bukan minta untuk dicintai dan dikasihi. Maka ketika semua meminta siapakah yang akan memberi?
"Berjamaah Dalam Posisi Keruh Lebih Baik Daripada
Kesendirian Dalam Posisi Bersih"

Mengapa saat ini ana berada di jalan ini? Sederhana mulanya. Ukhuwahlah pintu gerbangnya. Sejak menyandang predikat Mahasiswa, pesona ukhuwah telah mengikat erat hati ana di jalan ini.... Ketika ana hampir ”jatuh” di masa peralihan pada awal mengenal dunia kampus, pesona ukhuwah kembali menarik ana ke jalan ini.... Ketika langkah ana kian terseok meniti jalan ini, pesona ukhuwah kembali menguatkan ikatannya di hati ana, dengan ”simpul mati” bahkan....
Berawal dari KAMMI menuju kampus teknik dan akhirnya persaudaraan ini menjadi lebih indah…
Tidak terbayang dari awal ana akan menjadi seorang kader dakwah, ana yang bukan jeblosan ADS atau pun organisatoris. Tapi inilah hidup, selagi kita ingin berbuat kebaikan maka Allah akan memberikan jalan-Nya dan Allah lah Maha pembolak balik hati. Teringat ketika masih mahasiswa baru, ketika seorang akhwat membantu ana dalam administrasi registrasi. Ya..berawal dari ukhuwah dan akhirnya ana mengenal dakwah. Satu yang ingin ana ikuti yaitu KAMMI, yup semua itu berawal dari KAMMI, ana yang masih lugu dan polos berperan aktif ikut kegiatan2 mereka. Yah itulah hidayah yang tanpa melihat siapa dia..melihat ana yang hanif dan mahasiswi teknik yang ketika tahun 2004 kekosongan akhwat teknik akhirnya ana secara tidak sadar sedang di up grade oleh para asabiqul awal dakwah akhirnya di amanahkan ke EAMY untuk bisa menggerakkan EAMY, ana sempat berontak di dalam hati (ana ingin di KAMMI), tapi mencoba untuk bisa mengikuti alir apa yang mereka inginkan dan ana hanya membawa keyakinan Allah akan menolongku.
Saat ana dimasukkan (bukan masuk sendiri) ke EAMY tanpa ada ritual rekrutmen (MIT) ana langsung di letakkan di kaderisasi (siapa yang tidak bingung akhwat kecil dan polos ini di minta untuk mengurus kader – yah walaupun ga ada juga sih kader yang di urus saat itu ). Saat itu yang menjadi ketua A’Ahya. Untungnya ana ga sampai stress apalagi ketika di ajak MUNAS FULDKT di UB yang isinya sidang2.
It’s Ok..dan alhamdulillah sampai detik ini ana masih bisa istiqamah dan ana benar2 merasakan bagaimana beratnya perjuangan2 masa itu, dimana tahun 2005 ana harus mencari kader sendiri untuk di akhwat dan membina sendiri. Tapi Lingkaran Halaqoh lah yang menguatkan ana saat ana sedang terjatuh dalam kefuturan bagaikan menemukan air kembali di tengah gurun pasir.
Saat itu yang di minta untuk menemani ana di teknik adalah u’sari yang sama2 dipaksa tapi dengan orang yang berbeda. Kami berdua yang sama2 baru menjadi akhwat yang masih kaku dengan kata akhi/ukhti, yang masih aneh dengan hijab dan hanya bisa diam membisu waktu di ajak syuro. Yup, Tp sekarang u’Sari yang benar2 mencintai EAMY. Jadi teringat ketika kami MS syuro chating beberapa hari kemarin u’Sari menulis dengan besar kata-kata : “I Love EAMY So Much”. Ana terbengong2 melihat tulisan di layar ana.
Kepahaman dan kedewasaan itu berjalan tidak hanya dengan sendirinya tapi bagaimana saudara kita di samping ikut menguatkan dan memotivasi bersama.
Awalnya ana berpikir, kejadian-kejadian romantis semacam itu hanya akan ana rasakan ketika ana masih sebagai ”orang yang dikejar-kejar” untuk nantinya turut bersama mereka mengarungi lautan da’wah... Namun ternyata anggapan ana itu salah... Pesona akan jalinan ukhuwah itu masih ana rasakan hingga kini....Dalam tanda “”(dengan akhwat).
Jazakallah untuk para sabiqul awwalun dan pejuang EAMY periode 2004-2005 :Mba Rini (yang telah memperkenalkanku pada EAMY ..Thanks), Mba Evi, Akh ya (masa-masa dimana dakwah teknik lebih cenderung dakwah lewat media-ana punya ide2 moment2 penting ana tinggal contact beliau untuk membuat designnya), Akh Teguh (yang bingung ketika melihat ku marah-marah karna ga ada yang datang syuro), A’ Fery (yang selalu ana marah-marahi karna suka menunda-nunda),A’Erfandi(yang selalu mensupport apa yang harus ana lakukan saat itu), A’Ihyat(yang selalu bertanya ada keg apa di EAMY), A’Fidi(yang harus di hub dulu kl ada amanah dakwah), A’ Margo, A’Dony, Akh Zaki (saudara yang gaul tapi syar’I dengan gayanya yang khas), Akh Zein, Akh Fakih (yang so cool), A’Latif (Yang sama-sama keras kepala nya) dan Sahabatku akhwat’04 satu-satunya setia menemani ana di EAMY Ukhti Sarinah.
Dan semua adik-adikku kalian memiliki kelebihan dan kekurangan maka mengapa tidak di jadikan satu sehingga kekurangan yang di miliki akan ditutupi oleh kelebihan saudara yang lain…Itu lah nikmatnya bersaudara tidak akan melihat kekurangan saudaranya tapi bagaimana saling melengkapi.
Akhirnya ana minta ma’af jika slama ini ada di antara antum yang terdzolimi karna Ana,jika ana cerewet ketika syuro-syuro atau untuk di akhwat ana yang sering menegur antm kalau salah dikit saja serta ikhwan2 yang katanya perkataan ana di bilang terlalu kasar dan menyakitkan (Tapi ana lebih suka titel seperti itu daripada di bilang akhwat yang centil). Ana titipkan EAMY kepada kalian semua, ana tidak ingin mendengar 1, 2, 3 tahun lagi EAMY sudah tidak ada. Berikan kontribusi yang terbaik walaupun itu sederhana, bermula dari kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan insyaAllah kita mampu. Yup, tapi perlu di ingat EAMY hanyalah sekedar sarana.
Af1 jika ana terlalu menuntut meminta kontribusi antm semua di dakwah teknik ini, karna ana menganggap EAMY lebih kecil dari jauh lebih banyak minta perhatian antum apakah EAMY yang masih kecil yang harus memperhatikan kita (secara logika).
Maka rapatkan kembali barisan yang mulai renggang, yang ada dzon2 dengan saudara sendiri. Dan perbaiki Ukhuwah.
Satu yang perlu kita ingat bersama bahwa dakwah ini menyeluruh bukan hanya di EAMY saja tapi akan dimana pun kita berada. Sehingga jauhkan segera virus Ashobiyah (fanatik berlebihan). Jangan sampai niatan kita rusak hanya karna itu apalagi karena VMJ (Virus Merah Jambu).
Selamat berjuang, Saudaraku...
Da’wah ini jalan panjang...
Maka butuh orang-orang yang bernapas panjang...
Namun tetap bergandengan tangan ‘tuk saling mengingatkan...
Salam Jitek (Jihad Teknologi)
Qory Hidayatii

Untuk Kader Akhwat Tersayang

Teringat pada tanggal 11 April 2009, hari itu begitu menyedihkan bagi ana. Karena langkah akhir ana berada di dakwah kampus UMM telah berakhir,walaupun dakwah lingkungan telah menanti. Teringat bagaimana perjuangan bersama antum semua, saat-saat mabit di akhir perjumpaan kita. Tiap detik ada bobot masalah yang kita pikul.

Setiap detik ada kenangannya sendiri. Tiap detik ada catatannya sendiri. Begitulah jundi-Nya: Bukan orang yang bisa berleha-leha dalam mengarungi detik yang dilaluinya. Setan tidak akan pernah rela kita gagah dalam jalan yang susah ini. Selalu ada ‘sliding tackle’ yang nakal dalam langkah kita yang diperbuat olehnya. Dan tak lupa – tak ketinggalan, tipuan Allah, test case Allah untuk hamba-Nya yang Allah menyettingnya lebih samar dari pergerakan semut hitam di atas batu hitam pada malam yang pekat tanpa cahaya bulan atau bintang.
Begitu besar bobot yang dihadapi oleh seorang junduLlah dalam detik yang ia arungi. Tiap detik yang berlalu, menyempatkan diri untuk mengusik sang jundi.
Tak apa! Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama masalah itu ada kemudahan? Buat apa wajah terlipat, begitu pusing, apabila Allah menjanjikan pertolongan? Buat apa kehendak untuk lari meninggalkan kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita bakalan menemui ‘adn? Allah tak akan pernah ingkar janji.
Thulu’ut Thariq, katsratu’ aqabat, qillatur-rijal. Jalannya panjang, hambatannya banyak, dan pendukungnya sedikit. Ya, memang seperti itulah karakter jalan yang kita arungi. Kenali baik-baik. Lalu? Kalau masih ingin berada di sini, tetapkan ‘azam. Memang begitulah kita akan banyak dibenturkan dengan cadas, untuk melihat apakah kita kokoh.
Apa salahnya Allah lipat gandakan pahala untuk kita? “Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu.” (HR Muslim). Ikuti saja alur masalah ini dengan senyum. Maka sabar akan mengantarkan kita dari jalan yang terjal kepada padang bunga yang indah. Adalah berujung, setiap hal berat yang kita hadapi. Tapi tidak berujung, keridhoan Allah pada kita bila kita sukses mengarunginya.
Terasa sekali bila dakwah yang kita hadapi, bukanlah pekerjaan menyeru tanpa gangguan. Tapi kesudahan yang dirasasakan setelah satu masalah selesai, adalah kepuasan menyaksikan janji-Nya yang benar: “Setiap kesempitan akan disusul kemudahan.”
Terakhir… “Yang kami maksud dengan ats-tsabat adalah: Tetaplah anda sebagai aktifis dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sampai nanti bertemu Allah Rabbul ‘alamiin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu dari dua kebaikan: Berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya. Firman Allah SWT: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya (QS Al-Ahzab : 23). Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangakauannya serta banyaik rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.”( Hasan Al-Banna mengenai Ats-Tsabat dalam 10 rukun bai’at).
Tetaplah bergerak adik-adikku…Istirahatlah dengan mengevaluasi dari langkah yang telah kita gerakkan..Jika kita mengaku Aktivis Dakwah maka berapa orang yang telah mau belajar Islam lewat perantara kita atau jangan-jangan kita hanya sibuk berkeluh kesah dan mengatakan sudah capek??padahal belum ada yang kita lakukan untuk dakwah ini. Seandainya pahala dakwa ini terlihat maka orang-orang akan berbondong-ondong mengambilnya…Maka beruntunglah kita yang berada pada lingkaran dakwah.
With LovE Coz Allah
Teringat pada tanggal 11 April 2009, hari itu begitu menyedihkan bagi ana. Karena langkah akhir ana berada di dakwah kampus UMM telah berakhir,walaupun dakwah lingkungan telah menanti. Teringat bagaimana perjuangan bersama antum semua, saat-saat mabit di akhir perjumpaan kita. Tiap detik ada bobot masalah yang kita pikul.

Setiap detik ada kenangannya sendiri. Tiap detik ada catatannya sendiri. Begitulah jundi-Nya: Bukan orang yang bisa berleha-leha dalam mengarungi detik yang dilaluinya. Setan tidak akan pernah rela kita gagah dalam jalan yang susah ini. Selalu ada ‘sliding tackle’ yang nakal dalam langkah kita yang diperbuat olehnya. Dan tak lupa – tak ketinggalan, tipuan Allah, test case Allah untuk hamba-Nya yang Allah menyettingnya lebih samar dari pergerakan semut hitam di atas batu hitam pada malam yang pekat tanpa cahaya bulan atau bintang.
Begitu besar bobot yang dihadapi oleh seorang junduLlah dalam detik yang ia arungi. Tiap detik yang berlalu, menyempatkan diri untuk mengusik sang jundi.
Tak apa! Buat apa desahan nafas berat putus asa apabila bersama masalah itu ada kemudahan? Buat apa wajah terlipat, begitu pusing, apabila Allah menjanjikan pertolongan? Buat apa kehendak untuk lari meninggalkan kecewa yang bertumpuk, apabila diujung jalan ini kita bakalan menemui ‘adn? Allah tak akan pernah ingkar janji.
Thulu’ut Thariq, katsratu’ aqabat, qillatur-rijal. Jalannya panjang, hambatannya banyak, dan pendukungnya sedikit. Ya, memang seperti itulah karakter jalan yang kita arungi. Kenali baik-baik. Lalu? Kalau masih ingin berada di sini, tetapkan ‘azam. Memang begitulah kita akan banyak dibenturkan dengan cadas, untuk melihat apakah kita kokoh.
Apa salahnya Allah lipat gandakan pahala untuk kita? “Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu.” (HR Muslim). Ikuti saja alur masalah ini dengan senyum. Maka sabar akan mengantarkan kita dari jalan yang terjal kepada padang bunga yang indah. Adalah berujung, setiap hal berat yang kita hadapi. Tapi tidak berujung, keridhoan Allah pada kita bila kita sukses mengarunginya.
Terasa sekali bila dakwah yang kita hadapi, bukanlah pekerjaan menyeru tanpa gangguan. Tapi kesudahan yang dirasasakan setelah satu masalah selesai, adalah kepuasan menyaksikan janji-Nya yang benar: “Setiap kesempitan akan disusul kemudahan.”
Terakhir… “Yang kami maksud dengan ats-tsabat adalah: Tetaplah anda sebagai aktifis dakwah yang selalu aktif berjuang pada jalan yang ditujunya, walaupun masanya panjang bahkan sampai bertahun-tahun. Sampai nanti bertemu Allah Rabbul ‘alamiin dalam kondisi seperti itu, dengan meraih salah satu dari dua kebaikan: Berhasil mencapai tujuan atau meraih syahadah pada akhirnya. Firman Allah SWT: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikitpun tidak mengubah janjinya (QS Al-Ahzab : 23). Waktu bagi kami merupakan bagian dari solusi, sebab jalan dakwah itu panjang dan jauh jangakauannya serta banyaik rintangannya. Tapi semua itu adalah cara untuk mencapai tujuan dan ada nilai tambah berupa pahala dan balasan yang besar serta menarik.”( Hasan Al-Banna mengenai Ats-Tsabat dalam 10 rukun bai’at).
Tetaplah bergerak adik-adikku…Istirahatlah dengan mengevaluasi dari langkah yang telah kita gerakkan..Jika kita mengaku Aktivis Dakwah maka berapa orang yang telah mau belajar Islam lewat perantara kita atau jangan-jangan kita hanya sibuk berkeluh kesah dan mengatakan sudah capek??padahal belum ada yang kita lakukan untuk dakwah ini. Seandainya pahala dakwa ini terlihat maka orang-orang akan berbondong-ondong mengambilnya…Maka beruntunglah kita yang berada pada lingkaran dakwah.
With LovE Coz Allah



Senin, 03 Mei 2010

HUURUN’IIN Apartemen

Ada yang pernah dengar kata Huurun’iin??Yup di ambil dari salah satu kata dari ayat Qur;an yang arti Bidadari yang bermata jeli, dengan harapan siapapun yang tinggal di sana bisa menjaga mata nya dari segala kemaksiatan karna sebagian besar kemaksiatan berawal dari mata.

Huurun’in adalah nama salah satu kontrakkan akhwat di kabupaten Malang yang berfungsi sebagai tempat pembinaan akhwat2 sehingga lingkungannya pun tetap kondusif. Ohh Huurun’iin betapa ana merindukan suasana itu..dimana tempat peristirahatan ku ketika ku lelah dari kuliah ataupun aktivitas wajihah. Rumah yang mungil dengan 3 kamar berisi 6 orang, kami tidak memiliki peraturan tertulis memang tapi lewat syuro kami telah menyepakati kebijakan di rumah. Yang ketika ingin berangkat keluar rumah harus pamitan dan bersalaman dulu, ada piket masak dan rumah (untuk mendidik kami supaya bisa menjadi calon Ibu yang shalehah) setelah subuh membaca Hadis dan penjelasan, makan bareng (saling menunggu saudaranya dan sepiring 2 orang). Awalnya jika tidak terbiasa apalagi untuk anak yang manja dan selalu ada pembantu di rumahnya akan terasa berat bahkan tidak kuat bagi penghuni baru…Itu lah cirri khas huurun’iin hanya di huni oleh orang2 bermental baja dan mau melakukan perubahan menjadi lebih baik. Dan ana adalah termasuk orang yang akan selalu merindukanmu (Huurun’iin).
Sekarang bagaimana ya kabarmu…??? Dan bagaimana penghuni-penghuni mu…kabarnya kau sedang bersedih karma suasana ukhuwah nya tidak sekental dulu. Tetaplah Istiqamah Huurun’iin dan kepada para pewaris Huurun’iin tolong jaga ia ya. Jadikan ia Rumah yang dapat membina dan menggembleng mu sebelum menjadi seorang Istri.